Langsung ke konten utama

Hubungan Konsep Nilai, Moral, Norma dan Etika

Setidaknya ada empat konsep yang berkaitan dengan sikap perilaku seorang manusia, yaitu Etika, Norma, Moral dan Nilai. Dari beberapa konsep dan teori dapat disintesa sebagai berikut:
Konsep
Mengatur
Membentuk
Contoh
Nilai
Benar – Salah
Perilaku
Keyakinan, Budaya
Moral
Baik – Buruk
Perilaku
Kesusilaan
Norma
Boleh – Tidak Boleh
Sikap
Kode Etik, Aturan Organisasi,
Etika
Tepat – Tidak Tepat
Sikap
Sopan Santun, Tata Krama


Moral adalah kepahaman atau pengertian mengenai hal yang baik, dan hal yang tidak baik, sedangkan Etika adalah tingkah laku manusia, baik mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu. Obyek etika adalah pernyataan-pertanyaan moral.  

Etika dapat dibedakan menjadi 3 macam:
ü  Etika sebagai ilmu, kumpulan tentang kebajikan, tentang penilaian dari perbuatan seseorang.
ü  Etika dalam arti perbuatan, perbuatan kebajikan, seseorang dikatakan etis kalau berbuat kebajikan.
ü  Etika sebagai filsafat, mempelajari pandangan-pandangan, persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan.
Etika dapat disebut juga sebagai ilmu normatif, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut pengertian asli (kebiasaan) yang dikatakan baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Dalam filsafat , masalah baik dan buruk dibicarakan dalam filsafat.

Tujuan Pengetahuan Etika
Mengantar orang kepada kemampuan untuk bersikap kritis dan rasional, dalam membentuk pendapatnya sendiri dan bertindak sesuai dengan apa yang dapat dipertanggung jawabkan sendiri.Merangsang kesanggupan manusia untuk mengambil sikap yang rasional terhadap semua norma, yang rasional maupun lainnya antara tingkat laku yang baik dan buruk.Mendorong kehendak seseorang, bila mengerjakan sesuatu mengarah kepada yang berfaedah dan bermanfaat bagi sesama manusia.
Dalam kehidupan masyarakat kita kenal: Etika pribadi, seorang yang kaya, disibukkan dengan usahanya sehingga dia lupa akan Tuhannya. Ia mempergunakan kekayaannya untuk berbuat maksiat. Dari segi usaha dia berhasil, tetapi dia gagal dalam mengembangkan etika pribadinya. Etika sosial, dia dipercaya sebagai seorang pejabat seperti Pejabat Pemerintah, Anggota DPR/DPRD, Penegak Hukum yang dipercaya oleh rakyat, mengelola uang rakyat, tetapi kemudian uang tersebut dikorupsi. Perbuatan pejabat tersebut adalah perbuatan yang merusak etika sosial. 
Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Taksonomi Bloom: Model Dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Sahabat Mas Imanis, program kegiatan pengembangan kompetensi adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan perilaku individu atau kelompok, baik dalam konteks profesional maupun pribadi. Tujuan utama program ini adalah untuk mengoptimalkan kinerja, mencapai tujuan organisasi, dan meningkatkan kualitas hidup.  Program pengembangan kompetensi bisa dikategorikan dalam beberapa jenis, seperti pendidikan formal, pelatihan klasikal dan non-klasikal, serta program pengembangan diri mandiri. Semua jenis program pembelajaran dalam kegiatan pengembangan kompetensi harus diawali dengan penyusunan kurikulum dan silabus pembelajaran.  Kurikulum dan silabus memiliki komponen-komponen yang berbeda namun saling terkait. Kurikulum mencakup tujuan, materi, metode, dan evaluasi pembelajaran secara keseluruhan. Silabus, di sisi lain, lebih fokus pada detail rencana pembelajaran untuk satu mata pelajaran atau kursus tertentu, termasuk stan...

PERSONAL DEVELOPMENT

PERSONAL DEVELOPMENT Materi Diklat Teknis Excellent Frontline Services  Di lingkungan Pemerintah Kota Blitar   Disusun oleh: IMAN ISKANDAR (Widyaiswara Muda) A.    Pengertian Personal Development (Pengembangan diri) Pengembangan diri adalah “Individu-individu yang mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan-kemampuan mereka melalui usaha-usaha yang diarahkan oleh diri mereka sendiri”. B.    Bidang Pengembangan diri Pengembangan diri kita sebagai pekerja berdasarkan pada visi dan misi kita sebagai pekerja, serta peran yang akan kita mainkan di tempat kerja. Karena itu, sebelum kita mengambil langkah-langkah untuk mengembangkan diri, kita terlebih dahulu menetapkan visi dan misi kita sebagai pekerja, serta peran yang akan kita mainkan di tempat kerja. Visi kita sebagai pekerja, misalnya “menjadi pekerja yang dapat dipercaya dan diandalkan.” Berdasarkan visi itu, kita menetapkan misi kita sebagai pekerja, misal...