Langsung ke konten utama

Taksonomi Bloom: Model Dalam Merumuskan Tujuan Pembelajaran



Sahabat Mas Imanis, program kegiatan pengembangan kompetensi adalah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, pengetahuan, dan perilaku individu atau kelompok, baik dalam konteks profesional maupun pribadi. Tujuan utama program ini adalah untuk mengoptimalkan kinerja, mencapai tujuan organisasi, dan meningkatkan kualitas hidup. 

Program pengembangan kompetensi bisa dikategorikan dalam beberapa jenis, seperti pendidikan formal, pelatihan klasikal dan non-klasikal, serta program pengembangan diri mandiri. Semua jenis program pembelajaran dalam kegiatan pengembangan kompetensi harus diawali dengan penyusunan kurikulum dan silabus pembelajaran. 

Kurikulum dan silabus memiliki komponen-komponen yang berbeda namun saling terkait. Kurikulum mencakup tujuan, materi, metode, dan evaluasi pembelajaran secara keseluruhan. Silabus, di sisi lain, lebih fokus pada detail rencana pembelajaran untuk satu mata pelajaran atau kursus tertentu, termasuk standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 

Perumusan tujuan pembelajaran merupakan salah satu elemen dalam program pelatihan. Tujuan pembelajaran sebuah program pelatihan akan mempengaruhi materi, media pembelajaran, metode pembelajaran dan juga evaluasi. Tujuan pembelajaran juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaannya. Layaknya setiap orang tidak dapat menjadi ahli dalam semua bidang, begitupun dengan merumuskan tujuan pembelajaran. Tidak semua tujuan pembelajaran harus mencapai tingkatan tertinggi. Untuk membantu merumuskannya, salah satu model yang dapat digunakan dalam hal ini adalah taksonomi bloom.

Taksonomi bloom adalah struktur hierarki yang mengidentifikasi keterampilan berpikir mulai dari jenjang yang rendah hingga jenjang yang tinggi. Taksonomi Bloom pertama kali diterbitkan pada tahun 1956 oleh seorang psikolog pendidikan yaitu Benjamin Bloom. Kemudian pada tahun 2021 direvisi oleh Krathwohl dan para ahli aliran kognitivisme. Hasil revisi ini yang kita kenal dengan nama Revisi Taksonomi Bloom. Revisi yang dibuat hanya pada ranah kognitif dengan menggunakan kara kerja.

Tabel 1. Perbandingan taksonomi bloom dan revisinya ranah kognitif

Taksonomi Bloom dibagi menjadi tiga ranah, yaitu: kognitif, afektif dan psikomotorik. Tiga domain tersebut penting dalam pembelajaran. Namun, domain kognitiif seperti pada penjelasan di atas lebih banyak digunakan.Taksonomi Bloom versi revisi, jenis pengetahuan dibagi menjadi 4 (empat) yaitu:
  1. Fakta: Informasi yang menunjukkan fenomena dalam pembelajaran;
  2. Konseptual: termasuk kategori, struktur, dan teori;
  3. Prosedur: bagaimana menggunakan teknik dan metode yang spesifik, dan waktu penggunaannya;
  4. Metakognitif: strategi keputusan, pengetahuan-diri, dan “thinking about thinking”.
Dari empat jenis pengetahuan, kemudian dibagi menjadi enam tingkat pembelajaran. Pada revisi taksonomi Bloom ini, setiap tingkatan lebih menunjukkan kata kerja aktif untuk menggambarkan apa yang harus dilakukan oleh peserta didik. Tingkatan dalam pengetahuan ini digambarkan dalam bentuk paramida, di mana tingkat dasar digambarkan lebih luas daripada tingkat di atasnya. Hal ini menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang bertahan pada tingkat pengetahuan yang lebih rendah ini. Kata kerja revisi taksonomi Bloom diuraikan sebagai berikut:
  1. Mengingat: pembelajaran yang paling mendasar (meskipun dapat melibatkan informasi yang kompleks). Pada tingkat ini, peserta didik mungkin mengetahui terminology kunci untuk subjek tertentu, fakta dan angka yang relevan, sistem atau teori yang telah dikembangkan orang lain.
  2. Memahami: orang tahu lebih banyak tentang apa sebenarnya arti dari informasi itu.
  3. Menerapkan: pada tingkatan ini, pengetahuan digunakan dengan cara baru dan diterapkan untuk memecahkan masalah yang lebih kompleks.
  4. Menganalisis: melibatkan pemecahan informasi menjadi beberapa bagian untuk memeriksa secara individual dan untuk melihat bagaimana informasi tersebut berhubungan satu dengan lain.
  5. Mengevaluasi: orang membuat penilaian tentang apa yang telah mereka temukan sejauh ini. Pada tingkatan ini memungkinkan mereka untuk membuat rekomendasi atau menyarankan ide-ide inovatif.
  6. Membuat: pada tingkat akhir ini, orang dapat mengatur ulang informasi yang dimiliki kemudian menggabungkan dengan informasi yang didapatkan kemudian menciptakan sesuatu yang baru.
Tenaga pengajar dan atau penyusun program pengembangan kompetensi dapat menggunakan kata kerja operasional dari Taksonomi Bloom ini untuk merumuskan tujuan yang ingin dicapai oleh peserta dalam program pembelajaran. Selamat mencoba sahabat Mas Imanis!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hubungan Konsep Nilai, Moral, Norma dan Etika

Setidaknya ada empat konsep yang berkaitan dengan sikap perilaku seorang manusia, yaitu Etika, Norma, Moral dan Nilai. Dari beberapa konsep dan teori dapat disintesa sebagai berikut: Konsep Mengatur Membentuk Contoh Nilai Benar – Salah Perilaku Keyakinan, Budaya Moral Baik – Buruk Perilaku Kesusilaan Norma Boleh – Tidak Boleh Sikap Kode Etik, Aturan Organisasi, Etika Tepat – Tidak Tepat Sikap Sopan Santun, Tata Krama Moral adalah kepahaman atau pengertian mengenai hal yang baik, dan hal yang tidak baik, sedangkan Etika adalah tingkah laku manusia, baik mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu. Obyek etika adalah pernyataan-pertanyaan moral.   Etika dapat dibedakan menjadi 3 macam: ü   Etika sebagai ilmu , kumpulan tentang kebajikan, tentang penilaian dari perbuatan seseorang. ü   Etika dalam arti ...

KURIKULUM DIKLAT PEKAN PEMBEKALAN KADER PELOPOR REVOLUSI MENTAL IPDN

A. KURIKULUM DIKLAT PEKAN PEMBEKALAN  KADER PELOPOR REVOLUSI MENTAL IPDN TAHUN 2016 MATERI Penyelenggaraan Diklat Pekan Pembekalan Kader Pelopor Revolusi Mental IPDN Tahun 2016 adalah pendidikan berbasis kompetensi dalam mendukung kinerja sumber daya aparatur yang terfokus pada kemampuan aparatur di lapangan, sehingga terbentuknya kurikulum dan struktur pembelajaran sebagai berikut: 1. Materi Dasar: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Trisakti 2. Materi Inti : Revolusi Mental dan Nawacita, Praja Pelopor Revolusi Mental, Kader Pelopor Revolusi Mental dan Aparatur Pelopor Revolusi Mental, Isu-Isu Strategis dan Analisis Sosial 3. Materi Penunjang Komitem Kader Pelopor Revolusi Mental, Pentas Budaya Revolusi Mental dan Renungan ...